Awali segala aktifitasmu hari ini dengan senyuman!!!

Laporan Keuangan Pemerintah Buruk

Rabu, 22 Oktober 2008 15:48 WIB (Media Indonesia)
Menkeu Sri Mulyani mengakui laporan keuangan pemerintah pusat hingga kini masih buruk. Hal itu terjadi karena sebagian besar satker yang belum mengerti penyusunan laporan keuangan sesuai standar akuntansi dan belum selesainya penilaian aset.

“Laporan keuangan ada yang sudah baik, tapi ada memang yang masih buruk. Nah yang masih buruk itu saat ini sedang kita benahi. Salah satunya yang membuat kita disclaimer adalah masalah aset dan sistem akuntansi. Itu kami perhatikan,” kata Sri Mulyani seusai membuka rapat kerja Ditjen Bea Cukai, di Jakarta, Rabu (22/10).

Menurutnya laporan keuangan masih dinyatakan disclaimer terutama disebabkan oleh pencatatan yang salah karena tidak sesuai dengan standar akuntansi pemerintah. Hal itu disebabkan karena sebagian besar satuan kerja di seluruh kementerian/lembaga negara belum memiliki kemampuan akuntansi untuk membukukan pengeluaran atau pengelolaan keuangan negara secara baik.

Depkeu sendiri sudah melakukan berbagai upaya salah satunya adalah dengan melakukan pelatihan sistem akuntansi pemerintah. “Satker ini kita latih di Depkeu, terutama departemen yang besar seperti Depdiknas, Depag, kita sudah melakukan pelatihan,” katanya.

Ia memperkirakan pelatihan akuntansi yang akan memberikan perbaikan laporan keuangan pemerintah baru dengan akan selesai dua sampai tiga tahun ke depan. “22 ribu orang baru bisa akuntansi dua sampai tiga tahun depan itu pun sangat ambisius, kalian bayangkan belajar akuntansi untuk 22 ribu orang, kalau universitas, satu angkatan paling seribu orang,” jelasnya.

Sementara itu, untuk revaluasi aset pada 2008, sebagian besar instansi sudah ada yang menyelesaikan proses penilaian aset, namun ada juga yang belum selesai menertibkan aset-aset negara. Meski demikian, kata Menkeu, pengeloaan aset dari hari ke hari semakin baik.

“Target saya untuk penilaian aset, seperti yang sudah disampaikan, baru selesai tahun 2009. Tanah, rumah dinas, bangunan, banyak yang selama ini belum diinventarisasi, kita sedang dalam proses itu. Makanya saya minta kepada BPK agar dilihat lagi secara obyektif,” ujar Menkeu. (Ray/OL-06)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s