Awali segala aktifitasmu hari ini dengan senyuman!!!

ETNOGRAFI

ETNOGRAFI 

Antropologi kognitif, berasums bahwa setiap masyarakat mempunyai satu system yang unik dalam mempersepsikan dan mengorganisasikan fenomena material, seperti benda-benda, kejadian, perilaku, dan emosi. Karena kajian etnografi bukanlah pada fenomena material tersebut, tetapi tentang cara fenomena tersebut diorganisasikan dalam fikiran (mind) manusia, budaya yang ada dalam fikiran manusia. Tugas Etnografi adalah menemukan dan menggambarkan organisasi fikiran tersebut melalui studi bahasa masyarakat adalah titik masuk, sekaligus aspek utama dalam etnografi aliran antropologi kognitif.

 

Menurut Spradly metode etnografi disebut Develpmental Research Sequece, (Metode ini didasarkan atas 5 prinsip yaitu; Tehnik tunggal, Identifikasi tugas, maju bertahap, penelitian orisinil dan problem-solving.

 

Penelitian ethnographik secara umum melibatkan temuan partisipan yang bersifat intensif, tatap-muka, dalam tatanan alami selama periode waktu yang panjang. Tujuannya adalah menghasilkan wacana sistematik dari perilaku dan sistem ide aktor dalam kultur, organisasi, profesi, atau komunitas tertentu dalam beberapa tatanan yang meliputi konsepsi, praktek diskursif, dan keterkaitan satu sama lain.

 

Tanda dari penelitian ethnographik adalah bahwa ini adalah bersifat representasional, interpretif, dan rhetorika. Representasional berarti mengemukakan cerita, menceritakan kehidupan, dan memberikan konteks dalam cara substantif. Interpretif berarti menetapkan kategori, membuat perbandingan, dan menginterpretasi simbol dan ritual. Meski rhetorika berarti memasukkan dunia sosial distingtif ke dalam beberapa tatanan tekstual yang bukan hanya menyenangkan pembaca, tapi, yang lebih penting, menghasilkan sebuah gambaran konkrit, tajam, dan kompleks tentang kehidupan dalam komunitas, sehingga orang bisa meyakinkan pembaca tentang wacana yang dipercayai dan bahwa “ini adalah kehidupan yang dijalani oleh orang riil, dalam waktu riil, dan dalam tempat riil”.

 

Ethnographi dari Becker dkk (1961) pada fakultas-kedokteran tahun pertama dikatakan sebagai sebuah studi interaksionist klasik yang mana siswa mendefinisikan dan meredefinisikan tatanan simbolik selama beberapa tahap.

 

Studi Preston (1986) tentang bagaimana manajer dalam divisi kontainer plastik dari perusahaan berdivisi bisa menginformasikan satu sama lain dan pihak lain menjadi sebuah contoh penelitian akuntansi manajemen interaksionist.

 

Silverman (1985) menawarkan sebuah tipologi yang terdiri dari tiga tipe – kognitif, anthropologi, interaksionisme simbolik, dan ethnomethodologi. Jika tanda anthropologi kognitif adalah sebuah fokus pada kebiasaan komunikasi dari pribumi (pergaulan dan berbicara), hallmark dari interaksionist adalah upaya untuk menyatukan berbagai pemikiran yang sama (konstruksi simbolik), sedangkan pemikiran ethnometodologi adalah sebuah konsentrasi pada tindakan (praktek sosial).

 

Studi Jonsson (1982) tentang perilaku anggaran dalam sebuah pemerintahan kota menggambarkan pendekatan ethnometodologi yang digunakan dalam studi akuntansi. Dengan mengamati dokumen anggaran berbeda, mengamati perdebatan dalam lembaga pembuatan keputusan sebagai informasi latarbelakang, dan mencatat komentar mingguan dari salahsatu informan kunci (pejabat anggaran kepala) terkait dengan kejadian terbaru, situasi terbaru, dan upaya aktor yang diharapkan, Jonsson memetakan “permainan anggaran” yang dimainkan oleh partisipan pada tiga siklus anggaran.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s